Thursday, October 6, 2011

Lima Buah Pelajaran Berharga

Pelajaran Penting ke-1:

Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang profesor memberikan quiz
 mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua
 kuliah-kuliahnya,saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai
 pada soal yang terakhir. Isi soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan
 wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ? Saya yakin soal ini cuma
 "bercanda". Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi, berambut gelap
 dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya...?
 Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal
 terakhir kosong. Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada
 Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak.. "Tentu
 Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan
 ke temu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan
 pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas
 "hallo"! Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama
 depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".


Pelajaran Penting ke-2 -- Penumpang yang Kehujanan :
 Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi
 yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak
 mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti
 badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin
 menumpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan
 setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda
 bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini
 tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu.
 Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat,
 untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi.
 Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang
 alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si
 pemuda.
 7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk
 seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah
 televisi set besar berwarna (1960-an!) khusus dikirim
 kerumahnya.Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya
 adalah :"Terima kasih nak, karena membantuku di jalan tol malam itu.
 Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda
 datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat
 untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat... hingga wafatnya".
 Tuhan memberkati anda,karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu
 pada saat itu" Tertanda Ny.Nat King Cole. *Catatan : Nat King Cole,
 adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA


Pelajaran penting ke-3, Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang
 anda layani. Di zaman es krim khusus (ice cream sundae) masih murah,
 seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan
 duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air
 putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya "Berapa ya,... harga satu
 ice cream sundae?" katanya. "50 sen..." balas si pelayan. Si anak
 kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari
 koin-koin di kantongnya.... "Wah... Kalau ice cream yang biasa saja
 berapa?" katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di
 meja-meja lain sudah mulai banyak... dan pelayan ini mulai tidak sabar.
 "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai
 menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya.
 "Bu... saya pesan yang ice cream biasa saja ya..." ujarnya. Sang pelayan
 kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kwitansi di atas
 meja dan terus melengos berjalan.. Si anak ini kemudian makan ice-cream,
 bayar di kasir, dan pergi.
 Ketika si pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak
 kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring
 kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda
 bisa lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena
 tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak" .......



Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan
 Pada jaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan
 sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian
 bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu
 dari jalan. Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba di
 tempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang
 datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan
 dari rintangan.Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan
 dengan menyingkirkan batu itu. Kemudian datanglah seorang petani, yang
 menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini
 kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu ke
 pinggir jalan.
 Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil
 menyingkirkan batu besar itu. Ketika si petani ingin mengangkat kembali
 sayurnya, ternyata di tempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak
 uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya
 untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan. Petani ini
 kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti.
 Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa
 dipakai untuk memperbaiki hidup kita.

Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan.
 Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah
 rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama
 Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang.
 Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang
 berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama.
 Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu.
 Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke
 anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada
 kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar,
 sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan
 melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku".
 Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat
 tidur,di samping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi wajah
 si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke
 dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar...katanya "Apakah
 saya akan langsung mati dokter... ?" Rupanya si kecil sedikit salah
 pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk
 menyelamatkan jiwa kakaknya. Lihatlah...bukankah pengertian dan sikap
 adalah segalanya....
 Bagilah pengalaman anda yang dapat memberikan hal2 positif bagi siapa
 saja. Memberi lebih baik daripada menerima. Bekerjalah seolah anda tidak
 memerlukan uang, Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan,
 Menari dan menyanyilah seolah tidak ada yang menonton..
 Dalam gelapnya malam, kita justru dapat melihat indah nya bintang

No comments:

Post a Comment